Murid SD Dengan Gurunya
Anto yang duduk dibangku SD ditanya Bu Fanny, Gurunya
Bu Fanny : Anto, ada 5 bebek yang lagi mencari makan disawah. Kalo ditembak pemburu,
kena satu yang tinggal berapa ?
Setelah berpikir sejenak, si Anto menjawab “Ga ada sisanya bu ”
Bu Fanny bertanya “kenapa ga ada sisanya ?”
Si Anto menjawab” yang lain terbang semua karena kaget”
Bu Fanny tersenyum bijak dan berkata “yah, sebetulnya bukan itu jawabannya. tapi saya suka cara
berpikir kamu ”
Kamu mengaku saja
Seorang guru Sejarah memberikan pertanyaan kepada murid-muridnya,
“Anak-anak, siapa yang menulis Pancasila dan UUD 1945?”
Murid-murid semua diam seribu bahasa. Karena hingga menjelang usai jam pelajaran belum satu murid pun menjawab, sang guru marah dan akhirnya menghukum seluruh muridnya berjemur di lapangan upacara hingga sore hari. Salah seorang murid tersebut, sebut saja Anto, tiba di rumah dengan menangis tersedu-sedu. Ayahnya yang keheranan bertanya,
“To, kenapa kamu? Berkelahi?”
Anto menjawab, “Bukan Pak, tapi kami dihukum jemur oleh pak Guru.”
Ayahnya bertanya lagi, “Kenapa sampai dihukum?”
Anto menjawab, “Kami tidak menjawab siapa yang menulis Pancasila dan UUD 1945, pak”
Tiba-tiba muka sang Ayah merah padam dan menampar anaknya itu sembari menghardik,
“Kenapa tidak mengaku saja kamu yang menulisnya!!!”
Indonesia tetep canggih
Dalam rapat perkembangan teknologi abad-21, ada utusan dari indonesia, jepang dan amerika. Amerika melihatkan kemajuan teknologinya. Saat ada telpon masuk, Amerika tidak lagi menggunakan hp, tapi memegang kancing bajunya dan berbicara.
Orang Indonesia heran “Wuih gila loe yach, bisa kayak gitu”
Orang jepang langsung nyeletuk, “Wach punyaku lebih gila lagi nich….”dan kemudian dengan jari jempol dan kelinking orang jepang itu menelpon rekannya, ck..ck…’ memang gila nich…,”kata orang indonesia itu dengan rasa kagumnya.
Akhirnya orang indonesia ini bingung, apa yang akan ditunjukkan kepada kedua rekannya itu. tiba-tiba orang indonesia ini menggetarkan badannya dan matanya merem melek. Orang amrik dan jepang bingung, lantas bertanya,” hi..hi… kamu sedang ngapain…..”
“Hus diam !!! fax sedang masuk nich….!!!” kata orang indonesia.
Hitam segalanya
Alkisah di negara Afrika sana, manusia yang paling hitam adalah yang paling hebat! Hitam dalam arti hitam segala-galanya, itulah Negro Sejati! Ada 3 orang anak kecil yang sedang membandingkan kehitaman Bapaknya.
Anak yang ke 1 : ” Babe gue kemarin sedang ngupas Apel, eh..tangannya
terluka, DARAH nya HITAM!!!!…
Anak yang ke 2 : “Papi ku kemarin sedang benerin Parabola,eh..terjatuh
sampai patah tulang, TULANG nya HITAM !!!”
Anak yang ke 3, nggak mau kalah hebat : “Hm.. itu belum seberapa,tadi
malam waktu kami sedang nonton TV diruang keluarga, tiba-tiba Bokap
gua KENTUT, …..e-eh,…tiba tiba seluruh ruangan jadi GELAP !!!!!!”
Anjing buluk
Di suatu desa konon terdapat kolam yang ajaib, yang konon bisa merubah muka dan tubuh orang.
Suatu hari ada seorang wanita tua yang datang kesana. Di depan kolam itu dia bertemu bapak-bapak seumurannya.
Si ibu berkata ”Pa apa bener nih kolam ajaib yang bisa ngerubah muka orang“.
“Ga tau atuh Neng, gosip eta mah Neng, coba aja Neng” kata si Bapa.
Tiba-tiba si Ibu teriak “Saya ingin jadi Bella Safira”, jebur si Ibu nyemplung, pas keluar, ajaib si Ibu berubah mukanya.
Si Bapak itu kaget setengah mati, “Wah kok bisa ngerubah, saya juga ingin” kata si Bapa. Lalu si Bapak itupun nyemplung ke kolam degan berteriak “Ingin jadi Jeremi Thomas”, akhirnya wajah si Bapak itu pun berubah.
Ternyata di situ ada pemuda yang melihatnya ia pun ingin merubah mukanya, lalu ia bertanya kepada si Bapak itu bagaimana caranya setelah di beritahu ia langsung mempraktekkannya. ia mengambil ancang-ancang. dengan sekuat tenaga ia berlari, menuju kolam,
“Saya ingin jadi… ” tiba -tiba ia tersandung batu dan mengumpat “anjing buluk” , jeburrrr…
Seorang pemuda dan Hitler
Pada suatu hari, di Jerman, Hitler pergi ke sebuah bioskop. Dia hendak menonton pemutaran film perjuangan Nazi, yang tentunya, mengisahkan tentang Hitler itu sendiri, sesuai dengan praturan pada saat itu.
Dengan menyamar sebagai pemuda miskin ia, masuk dan duduk di bagian depan… Ketika acara hendak dimulai, seperti biasa pengunjung berdiri dan memberi hormat. Saking terharunya melihat kesetiaan rakyatnya tanpa sadar ia menangis, tetapi seorang pemuda yang berdiri disampingnya menegurnya …
Pemuda itu berkata, “Hei kenapa kamu tidak berdiri? Saya mengerti perasaan kamu terhadap ‘bajingan’ itu, tapi apa daya. Kita di kelilingi oleh para penembak gelapnya …..”
Dikira kotak obat
Pasien : Dok, tolonglah sembuhkan penyakit saya. Saya sering berjalan di waktu tidur.
Dokter : Ini kotak yang bisa menyelesaikan persoalanmu. Setiap malam, ketika Anda sudah bersiap untuk tidur keluarkan isi kotak itu dan taburkan di lantai sekeliling tempat tidurmu.
Pasien : Kotak apa ini, Dok? apakah sejenis serbuk penenang?
Dokter : Bukan. Ini kotak paku payung.
Lupa bawa kacamata
Suatu hari seorang presiden sebuah negara berkembang pergi melihat pameran lukisan-lukisan. Karena saat itu beliau mengalami sakit mata dan penglihatannya kabur, maka ia mengajak satu ajudannya ut menuntunnya.
Presiden : “Wah, lukisan ini bagus. Gambar ikannya bener-bener hidup.”
Ajudan: “Shttt… Jangan keras-keras Pak. Itu gambar buaya.”
Kemudian mereka berpindah ke lukisan lain.
Presiden: “Gambar Gajah ini benar- benar gagah.”
Ajudan: “Shttt… Ojo keras-keras Pak. Itu gambar banteng.”
Presiden itu kemudian menahan diri memberi komentar sampai ia tiba pada satu pojok ruang pameran dia berseru:
“Wah, sing iki apik tenan. Lukisan Gorila nya begitu nyata anatominya.”
Ajudannya langsung tertegun dan berkata:
“Pssttt…. Jangan keras-keras Pak. Itu cermin !
Masalah dengan dengkuran
Pasien : Dok, saya mendengkur kalau tidur
Dokter : Apakah dengkurannya keras sekali?
Pasien : Iya dok, keras sekali.
Dokter : Apakah itu mengganggu istrimu?
Pasien : Saya tidak menikah dok.
Dokter : Jadi anda tidur sendiri. Saya kira itu tidak menjadi masalah.
Pasien : Tidak menjadi masalah? saya sudah dipecat kerja 5 kali gara-gara dengkuran saya itu.
Pakai tusuk gigi
Siang yang cerah di suatu rumah, Nyonya, sambil berteriak,:
“Iyem, Parto!!! Coba kesini sebentar!”
Iyem & Parto : “Iya, Nya.”
Lalu cepat-cepat datang. Setelah sampai, segera berlutut ketakutan, karena memang nyonya mereka yang satu ini galak bin ajaib.
Iyem : “Ada apa, Nya?”
Nyonya : “Saya mau tanya, siapa saja sih yang suka memakai tusuk gigi di rumah ini. Kok belum ada seminggu, sudah habis. Perasaan, saya baru memasukkan yang baru kemarin lusa. Lho kok sekarang sudah tidak ada sama sekali?”
Iyem : “Anu, Nya. Bapak kan setiap habis makan selalu pakai tusuk gigi.”
Nyonya : “Itu sih saya tahu, Yem. Saya juga, tetapi sebanyak-banyaknya Bapak dan saya memakai, tidak akan habis secepat ini.”
Iyem : “Anu, Nya. Den Iwan juga sering mengambil dalam jumlah yang banyak, tapi saya tidak tahu untuk apa.”
Parto : “Katanya sih untuk prakarya, Bu.”
Nyonya : “Oh, ya sudah. Itu sih tidak apa-apa kalau untuk pelajaran. Tapi kalau tidak salah saya sering lihat kamu juga sering pakai tusuk gigi kan?”
Iyem, sambil malu-malu karena ketahuan, “Heh, iya Nya, tapi sedikit kok, kalau perlu saja.”
Parto, tanpa perasaan bersalah, “Iya Nya, dia boros. Harusnya seperti saya saja yah, Nya. Setelah pakai, saya kembalikan lagi ke dalam tempatnya.”